Tuesday, May 15, 2012

PT. PLN (Persero)



PLN Gelar Lomba Karya Inovasi Tahun 2012

(Jakarta, 11/5) PT PLN (Persero) kembali menggelar Lomba Karya Inovasi tahun 2012 yang diperuntukan bagi pegawai PLN dan Anak Perusahaan PLN. Karya-karya inovasi yang dilombakan merupakan karya terbaik hasil implementasi Knowledge Management di setiap unit PLN dan Anak Perusahaan PLN.

Lomba inovasi ini mempertandingakan 4 katagori, meliputi inovasi di bidang pembangkitan, bidang transmisi & distribusi, bidang technical supporting, dan bidang non technical. Setiap katagori inovasi harus mampu meningkatan kinerja perusahaan dengan mengutamakan prinsip-prinsip kesiapan, keandalan, dan efisiensi.

 

Lomba tahun ini merupakan ajang yang ke 15 yang diselenggarakan oleh PLN. Setiap peserta lomba harus lolos seleksi tingkat regional agar dapat mengikuti lomba inovasi tingkat nasional. Bagi pemenang tingkat nasional berhak mendapat hadiah utama.
Selama 14 kali pelaksanaan lomba inovasi PLN dari tahun 1999 hingga 2011, telah dikumpulkan sebanyak 1.664 karya inovasi pegawai PLN dan Anak Perusahaan PLN. Salah satu pemenang lomba inovasi yakni Robot Alat Pembersih Sampah Layangan, yang populer dikenal dengan Robolay telah mendapatkan hak paten dari Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Departemen Hukum & HAM. Dan 6 karya inovasi lainnya berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementerian Riset Dan Teknologi sebagai karya inovasi paling prospektif di Indonesia.
 

PLN Dijadikan Mitra Konsultasi Vietnam Tentang Pentarifan Listrik

(Jakarta, 15/5) PLN menerima kunjungan Team Task Force kelistrikan negara Vietnam yang terdiri dari pejabat Pemerintahan, Kementerian Industri dan Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Vietnam Electricity (EVN) di PLN Kantor Pusat, Jakarta, pada Selasa 15 Mei 2012. Kunjungan ini sebagai bagian dari upaya tim tersebut dalam melaksanakan survei dan konsultasi dengan negara-negara tetangga yang memiliki kesamaan dalam pengelolaan dan penerapan kebijakan ketenagalistrikan.
Isu utama yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut meliputi penyusunan dan penerapkan tarif tenaga listrik yang didalamnya termasuk subsidi silang, prinsip/mekanisme untuk menentukan harga jual Listrik, dan penentuan harga alternatif harga.Vietnam saat ini sedang melewati tahap awal untuk mengimplementasikan industri kelistrikan berdasarkan pasar. Untuk itu mereka perlu melakukan penyesuaian tarif listrik di negaranya yang berdasarkan pasar melalui pembuatan kebijakan yang efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PLN Nur Pamudji menjelaskan proses bisnis dan sistem pentarifan listrik di PLN, perihal penentuan tarif listrik hingga penghitungan tarif per kelompok pelanggan. Nur Pamudji juga menjelaskan tentang keberhasilan PLN meningkatkan pelanggan listrik pintar, layanan listrik prabayar dari PLN.
Mr. Dinh The Phuc, Deputy Director General Kementerian Industri dan Perdagangan Vietnam yang juga pemimpin delegasi,  mengatakan bahwa Indonesia dijadikan sebagai mitra konsultasi karena dianggap mempunyai model manajemen energi yang sama dengan Vietnam. Sistem pentarifan di Vietnam berbeda dengan di Indonesia. Indonesia sudah memberlakukan single tariff kecuali untuk pelanggan golongan rumah tangga 450 VA dan 900 VA yang masih dibedakan menjadi 3 blok, sedangkan di Vietnam diberlakukan pembedaan tarif dengan 7 blok tanpa membedakan golongan pelanggan.

Vietnam Electricity (EVN) dibentuk berdasarkan Keputusan Perdana Menteri  Vietnam pada tanggal 22 Juni 2006. Setelah 4 tahun beroperasi, EVN telah membuktikan perannya sebagai pemain inti dalam industri kelistrikan serta mampu melaksanakan semua tugas yang diberikan, secara aktif memberikan kontribusi untuk industrialisasi, modernisasi serta pembangunan sosial ekonomi negara Vietnam. EVN saat ini mengoperasikan pembangkit listrik dengan kapasitas terpasang total sekitar 12.366 MW.

No comments:

Post a Comment